Circle Gallery

Senin, 27 November 2017

Hery di Tengah Pusaran Politik Jawa Barat


Penulis: Iwan Trianaz, Jurnalis NU dari Majalengka 


DALAM sehari dia selalu menargetkan bertemu dengan banyak pihak,  2-3 kali. Begitulah kerja-kerja berjejaring. Menurutnya kerja menata dan menjaga jejaring itu gampang-gampang susah. "Yang penting tetap yakin dan berpikir positif," tegasnya dalam sebuah kesempatan.
 
 Sesekali dirinya ikut rapat harian di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Sempat kaget ketika namanya tiba-tiba mencuat sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar). Tidak tanggung-tanggung dia dipaketkan dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Ketua Partai Golkar Jabar yang mengalami prahara politik. 
Partai berlambang Pohon Beringin itu menerbitkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Jabar bukan untuknya, tetapi malah Ridwan Kamil. Hery, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang terpilih pada Kongres PB PMII di Bogor ini bernama lengkap Hery Haryanto Azumi. 

Sabtu, 25 November 2017

NU Putuskan Ujaran Kebencian Kategori Perbuatan Tercela



Munas dan konbes alim ulama PBNU di Mataram, NTB
MATARAM, KABARINDONESIA.CO.ID-Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama yang dilaksanakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memutuskan ujaran kebencian masuk kategori munkar atau perbuatan tercela. 

Keputusan itu dihasilkan melalui Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (24/11/2017) lalu. 

“Amar ma’ruf nahi munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran,” kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Mahbub Ma’afi membacakan rumusan sidang komisi yang dikirimkan melalui siaran pers, Minggu (26/11/2017). 

Final Daihatsu Dress Up Challenge Hadirkan Lebih dari 110 Mobil


JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID-Kompetisi modifikasi mobil Daihatsu Dress-up Challenge 2017 yang digelar sejak 18 Maret 2017 di 21 kota di Indonesia, akhirnya mencapai puncaknya. Program yang digelar untuk merayakan Ulang Tahun Daihatsu ke-110 ini memasuki babak Final, Sabtu-Minggu, 25-26 November 2017 di Ecovention Ancol, Jakarta.

Daihatsu Dress-up Challenge & Slalom Time Battle 2017 menjadi saksi sengitnya kompetisi antar penyuka modifikasi di Indonesia. Babak final ini diikuti 123 peserta melebihi target semula 110 peserta. Sementara jumlah peserta total sejak awal gelaran 18 Maret hingga final 25 November 2017 mencapai total 598 peserta, yang juga melampaui target semula 300 peserta. Daihatsu mengapresiasi kreativitas pengguna mobil Daihatsu dalam ajang modifikasi ini, namun tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan berkendara penggunanya.

Senin, 20 November 2017

Mantan Anggota DPRD Jabar : Dedi Mulyadi Luar Biasa!

Sunda Pituin, Dedi Politisi Terbuka dan Moderat 


Dedi Mulyadi
BANDUNG, KABARINDONESIA.CO.ID-Dorongan agar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) tidak berhenti mengalir. Kesabaran politik yang ada pada diri Dedi pasca-keputusan DPP Partai Golkar yang memilih Ridwan Kamil, dianggap luar biasa. 


Hal ini diungkapkan mantan anggota DPRD periode 2009-2014 Provinsi Jabar Budi Hermansyah. "Dia (Dedi Mulyadi, Red) telah membuktikan diri sebagai figur yang memiliki kesabaran politik yang luar biasa pasca-sikap DPP Partai Golkar merekomendasikan Ridwan Kamil. Secara politik dia diuji, Dedi Mulyadi luar biasa," kata dia, Senin (20/11/2017). 

Mantan pengurus Pimpinan Wilayah Ansor (PW Ansor) ini mengaku bahwa sosok Dedi adalah salah satu kader terbaik di Jabar. Ia menegaskan Dedi memiliki ciri dan karakter "pituin (asli) urang Sunda" yang memiliki semangat nasionalis sejati dan ini menurut Budi sangat penting bagi kepemimpinan di Jabar mendatang. Kendati "Sunda Pituin" pada praktiknya lanjut Budi, Dedi mampu menjadi politisi yang terbuka dan moderat. Terutama pandangannya mengenai perbedaan suku, ras dan agama. 

Minggu, 19 November 2017

Paket Dedi-Hery Pecahkan Kebuntuan Pilgub Jabar


Dedi Mulyadi dalam suatu kegiatan
BANDUNG, KABARINDONESIA.CO.ID-Dukungan terhadap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar) berpasangan dengan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hery Haryanto Azumi kembali disuarakan oleh kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU). 

Pasangan Dedi-Hery dianggap mampu memecahkan kebuntuan eskalasi politik Pilgub Jabar 2018 mendatang. "Pasangan Dedi-Hery bisa memecah kebuntuan eskalasi politik pilgub di Jabar," ujar R. Dikri, penggerak Komunitas Anak Muda NU, Minggu (19/11/2017). 

Dikri-yang juga kerap aktif dalam majelis taklim dai-dai muda millenial ini beranggapan Dedi merupakan pemimpin ideal bagi Jabar, lantaran tindakannya selalu berpijak pada nilai filosofis kesundaan dalam memimpin rakyat. Kendati jarang menjadi viral di sosial media, akan tetapi Dedi rajin blusukan ke masyarakat. 

Rabu, 15 November 2017

Nasionalis yang NU dan NU yang Nasionalis : Dedi Mulyadi-Hery Haryanto Azumi Tepat untuk Jabar


Dedi Mulyadi (kiri) dan kader NU
BANDUNG, KABARINDONESIA.CO.ID- Pergerakan Nadhliyyin Indonesia (PNI) Jawa Barat (Jabar) mengusulkan agar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hery Haryanto Azumi (HHA) sebagai pasangan calon wakil gubenur Jabar mendampingi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur (cagub) dalam perhelatan Pilkada 2018 mendatang. 
Menurut pandangan Yosep Yusdiana, bahwa koalisi politik kultural nasionalis-NU menjadi solusi bagi perkembangan sejarah di Jabar. "Koalisi politik kultural nasionalis-NU menjadi jawaban pada pertarungan pilkada Jabar," ujarnya Kamis (16/11/2017). 

Ia menambahkan, Pilkada Jabar dianggap patut secara historis jika ditopang dengan kekuatan nasionalis dan NU. Yosep, demikian sapaan akrab Yusdiana menuturkan, kepemimpinan ide kultural nasionalis-NU diyakini merupakan kualitas ide yang mampu menyentuh pada kepentingan wong cilik. 

Sabtu, 04 November 2017

Sofia Syahreza, Pengusaha Sukses Asal Yogya yang Bermisi Sosial Membantu Sesama

Peduli Lansia, akan Bangun Rumah Senja di Kendal Jawa Tengah


Sofia Syahreza dan keluarga
MISI sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan kini sedang dijalankan pengusaha sukses Sofia Syareza, wanita cantik asal Yogyakarta yang banyak membuka usaha di beberapa tempat di tanah air. Banyak sudah kiprah sosial Sofia Syahreza dan keluarga, dalam membantu sesama tanpa memandang latar belakang baik suku, agama maupun golongan, demi kemanusiaan dan derajat kehidupan yang lebih baik. 

Sofia Syahreza yang kini tinggal di Jakarta, ke depan ingin membuat rumah senja, yang bisa digunakan untuk para orang tua lanjut usia  yang sebatang kara dan tidak tertangani oleh pemerintah. "Semacam panti jompo, kini sedang disiapkan rumah senja tersebut. Semoga ada jalan baik untuk mewujudkannya," tegas Sofia berbincang dengan media ini, belum lama ini. 

NEWS UPDATE

Jadwal Penerbangan Bandara Husein Sastranegara Bandung

Info Cuaca Jawa Barat